Cara Membuat Pantun !!! Cepat, Mudah dan Langsung Bisa

cara membuat pantun

Cara Membuat Pantun – Kamu semua pasti pada tahu kan apa itu pantun? seperti di acara salah satu stasiun televisi, ketika si pengisi acara berkata : “Hoiii penontooonnn” dan penonton pun menjawab “Hooooiii”. Kemudian si pengisi acara akan melanjutkan dengan kalimat berima seperti berikut :

Masak air biar mateng,

Air dimasak untuk mandi,

Hey japri jangan sok ganteng!!,

Muka lho item kaya oli “

Dan sehabis mendengar hal tersebut penonton pun riuh tertawa, itu adalah salah satu bentuk pantun yang disebut pantun jenaka, yang berisi lawakan untuk bercanda.

Sebelum kita membahas cara membuat pantun, baiknya kita mengenal apa itu pantun terlebih dahulu, Apakah kamu tahu apa definisi dari pantun??

Iya kita semua pasti tahu pantun, tapi untuk definisi pantun itu seperti apa, pasti banyak yang bingung untuk menjelaskan, Pantun adalah salah satu jenis karya sastra puisi lama, pantun terdiri dari 4 baris yang didalamnya berisi sampiran dan isi dengan sajak a-b-a-b.

Sampiran adalah kalimat tanpa makna yang digunakan untuk pancingan, dimana sampiran ini akan memancing pendengar atau pembaca untuk mengetahui makna sebenarnya yang akan disampaikan pada dua kalimat selanjutnya. Dua kalimat yang berisi makna sebenarnya inilah disebut isi.

Baca Juga :

Paragraf Argumentatif – Pengertian, Ciri Dan Jenisnya

Struktur Bunga, Fungsi Serta Ulasan Lengkapnya

Nah, sekarang sudah jelas kan definisi dari pantun itu apa, selanjutnya kita akan membahas cara membuat pantun. Bagaimana cara nya??

Berikut adalah empat langkah yang harus di pahami jika kamu ingin membuat pantun.

Contoh Pantun Nasehat

1. Pahami Syarat – Syarat dalam Membuat Pantun

Untuk membuat sebuah pantun yang baik, tentunya kamu harus mengetahui terlebih dahulu syarat – syarat dalam membuat pantun.  Apa syarat dalam membuat pantun yang baik? silahkan pahami penjelasan berikut,

Syarat membuat pantun yang baik:

  • Dalam satu bait pantun, terdiri dari empat baris kalimat.
  • Dua baris pertama harus berupa sampiran.
  • Dua baris selanjutnya (dua baris akhir) berupa isi atau pesan yang ingin disampaikan.
  • Jumlah suku kata baiknya 8 – 12 suku kata dalam tiap barisnya.
  • Pantun harus bersajak / berima a-b-a-b.

Jika kamu sudah bisa memahami syarat – syarat tersebut, membuat pantun yang baik dan enak di dengar akan menjadi mudah.

cara membuat pantun
Menentukan tema pantun

2. Menentukan Tema

Tidak berbeda jauh seperti membuat puisi atau karya sastra lainnya, sebuah pantun tentunya harus memiliki tema. Agar pantun yang kita buat jelas tujuannya untuk apa dan buat siapa.

Berikut ada beberapa tema pantun yang bisa kamu jadikan referensi :

  • Pantun Jenaka yang berisi lawakan atau untuk hiburan.
  • Pantun Nasehat berisi nasehat – nasehat yang baik dikemas dalam bentuk pantun agar menjadi menarik.
  • Pantun Cinta, Nah pantun dengan tema ini berisikan percintaan atau ungkapan cinta.
  • Dan lain lain 🙂 , banyak banget tema yang bisa di jadikan pantun.

Itulah contoh – contoh tema yang umum, dari situ coba pikirkan tema apa yang cocok untuk kamu buat jadi pantun sesuaikan dengan tujuan kamu membuat pantun.

cara membuat pantun
Contoh Pantun Nasehat

3. Membuat Isi

Sudah paham syarat membuat pantun, tema juga sudah kamu tentukan kan. Nah, inilah saat nya, inilah waktunya kawan 🙂 hehe… (Lebay dah…)

Kini saat nya kamu mencoba membuat isi dari pantun mu, misalnya :

“………………….. ,

………………….. ,

Jangan lupa untuk menabung,

Agar kelak tidak sengsara. “

Seperti contoh tersebut coba kamu pikirkan isi yang sesuai dengan tema yang sudah kamu tentukan, bebas jangan batasi pikiranmu.

cara membuat pantun

4. Membuat Sampiran

Isi sudah jadi kan?? Nah, ini adalah langkah terakhir dalam membuat pantun. apa itu? hayoo, kamu cek !! apa yang belum kamu penuhi dari syarat membuat pantun, apa ya?

Yups, Sampiran!! kamu belum membuat sampiran.

Kenapa lebih dulu membuat isi (dua kalimat akhir)? kok tidak sampiran (dua kalimat awal) duluan? Balik lagi ke pemahaman sebelumnya antara sampiran dan isi, isi adalah bagian utama dari pantun untuk menyampaikan tujuan, oleh karena itu isi dibuat terlebih dahulu.

Sedangkan sampiran hanyalah kalimat tanpa makna, yang digunakan untuk memancing pembaca atau pendengar. makanya sampiran dibuat ketika isi sudah ditentukan.

Pantun bersajak a-b-a-b, coba diterapkan syarat tersebut, seperti contoh isi diatas tadi coba lihat akhiran barisnya. Di baris isi pertama bunyinya “Jangan lupa untuk menabung,” tiga huruf akhir nya adalah “ung” dan baris isi kedua berbunyi “Agar kelak tidak sengsara” dengan tiga huruf akhirnya “ara”.

Fokuslah pada huruf akhir isi tersebut yaitu “ung” dan “ara”, buatlah kalimat dengan akhiran kata berbunyi “ung” dan “ara” tersebut menjadi kalimat sampiran.

contoh sampiran nya:

“Emak – emak memasak rebung,

Rebung dimasak dengan bara,

……………………………….,

…………………………….. .

jika isi dan sampira sudah jadi selanjutnya gabungkan kalimat – kalimat tersebut menjadi satu bait pantun, jadinya seperti berikut:

“Emak – emak memasak rebung,

Rebung dimasak dengan bara,

Jangan lupa untuk menabung,

Agar kelak tidak sengsara. “

Bagaimana ??? mudah kan cara membuat pantun, jika sudah mengetahui langkah – langkahnya. Demikianlah pembahasan cara membuat pantun. Semoga bermanfaat 🙂

6 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.