Taksonomi Bloom dalam Dunia Pendidikan

taksonomi bloom

Taksonomi bloom – Ranah kognitif, afektif dan psikomotor ini masuk taksonomi bloom. Sebelumnya sudah tauhukah apa itu taksonomi?

Pengertian taksonomi adalah pengelompokkan, atau  bisa dikatakan taksonomi adalah pengelompokkan suatu hal berdasarkan pada tingkatan / level tertentu.

Kali ini akan diulas tentang taksonomi pada dunia pendidikan. Taksonomi dibuat untuk mengklasifikasikan tujuan – tujuan pendidikan. Taksonomi ini dekenal dengan nama Taksonomi Bloom.

Apa itu Taksonomi Bloom??

Pengertian taksonomi bloom adalah sebuah taksonomi yang dibuat untuk tujuan pendidikan, diciptakan oleh Benjamin S. Bloom Pada tahun 1956.

Dimana taksonomi bloom merupakan suatu struktur bertingkat yang mengidentifikasi kemampuan peserta didik dari level yang rendah sampai dengan level yang tinggi.

Dan untuk dapat sampai pada level yang tinggi, peserta didik sudah tentu harus lulus pada level yang lebih rendah dibawahnya.

Bloom membuat sebuah kerangka konsep dimana  tujuan pendidikan dibagi menjadi tiga ranah kemampuan intelektual yaitu: Ranah Kognitif, Afektif dan Psikomotor.

Ranah Kognitif

Pengertian ranah kognitif dari taksonomi bloom adalah suatu ranah yang mencakup segala kegiatan yang berkaitan dengan aktifitas otak.

Pada ranah kognitif, proses berfikir dibagi menjadi  enam tingkatan antara lain:

Pengetahuan (C1)

Ini merupakan level terendah, dimana pada tingkat level ini peserta didik ditekankan pada kemampuan mengingat materi – materi yang telah dipelajari.

Misalkan kemampuan mengingat tentang istilah –istilah,  pengetahuan tentang fakta khusus, konvensi, tentang kecenderungan dan urutan, pengetahuan klasifikasi dan kategori, kriteria serta metodologi.

Pemahaman (C2)

Pemahaman dimaksudkan sebagai kemampuan memahami materi – materi yang telah dipelajari, yaitu mampu mentranslasi mengubah suatu bentuk ke bentuk yang lainnya, mampu menginterpretasi yaitu kemampuan menjelaskan suatu materi dan ekstrapolasi yaitu kemampuan menjabarkan suatu arti menjadi lebih luas.

Penerapan (C3)

Pada level ini peserta didik memiliki kemampuan menerapkan apa yang sudah mereka pelajari, hasilnya peserta didik mampu mampu memahami pengetahuan yang mereka miliki dan menerapkannya secara nyata.

Analisis (C4)

Pada level ini peserta didik mampu menganalisa atau menguraikan materi yang telah dipelajari menjadi bagian – bagian yang lebih jelas, seperti mampu menganalisis bagian – bagian materi, mengidentifikasi hubungan.

Sehingga peserta didik mampu menemukan asumsi, bisa membedakan mana fakta mana pendapat serta menemukan suatu hubungan sebab akaibat.

Sintesis (C5)

Yang dimaksud sintesis disini adalah kemampuan memproduksi dan mengkombinasikan berbagai elemen menjadi suatu bentuk struktur yang unik.

Produksi disini bukan hanya dalam bentuk benda tapi juga kemampuan memproduksi  komunikasi yang unik, sperangkat hubungan abstrak serta sebuah rencana kegiatan yang utuh terstruktur.

Pada level ini peserta didik mampu membuat teorinya sendiri berdasarkan berbagai ilmu yang telah mereka pelajari.

Evaluasi (C6)

Evaluasi dimaksudkan sebagai kemampuan menilai manfaat suatu hal untuk tujuan tertentu berlandaskan kriteria yang jelas. Evaluasi dibagi menjadi dua bentuk yaitu Evaluasi dengan didasarkan bukti internal dan Evaluasi berdasar bukti eksternal.

Ranah Afektif

Segala hal yang berkaitan dengan emosi, sikap, dan perasaan serta derajat penerimaan atau penolakan suatu obyek dalam kegiatan belajar masuk kedalam lingkup ranah afektif.

Penerimaan (A1)

Pada level ini peserta didik bisa dinilai dari kepekaan nya dalam menerima rangsangan atau stimulasi yang dating dari luar peserta didik.

Dapat dilihat dari sikap peserta didik saat mendengarkan materi yang dijelaskan guru dan mampu menerima nilai – nilai yang diajarkan.

Responsif (A2)

Pada level ini peserta didik mampu aktif dalam berinteraksi pada suatu pelajaran dan membuat reaksi tertentu pada pelajaran tersebut, seperti mampu menanggapi dengan bertanya sesuai pelajaran yang sedang dipelajari tersebut.

Penilaian (A3)

Berkaitan dengan memberi nilai dalam artian penghargaan terhadap rangsangan tertentu. Peserta didik tidak hanya bisa menerima nilai – nilai yang diajarkan tapi juga bisa mengambil inti dari ilmu tersebut dan mampu menilai baik atau buruk.

Organisasi (A4)

Pada level ini peserta didik mampu merubah sebuah konsep nilai – nilai menjadi sebuah sistem nilai. Misalkan mampu menimbang efek dari perkembangan sains terhadap kehidupan.

Karakterisasi (A5)

Kategori ini berkaitan tentang perpaduan semua sistem nilai – nilai yang telah dipelajari peserta didik yang mampu mempengaruhi pola tingkah laku dan kepribadiannya.

Hal ini dapat dimisalkan dengan peserta didik mau menerima jika pendapatnya disanggah oleh temannya yang mampu membuktikan dengan fakta bahwa pendapatnya salah.

Ranah Psikomotor

Ranah ini mencakup kemampuan melakukan suatu kegiatan yang melibatkan gerak fisik terdiri dari gerak dasar, gerak reflek, ketepatan, keterampilan kompleks, ekspresif dan interperatif.

Pada taksonomi bloom ranah psikomotor terbagi menjadi 5, yaitu:

Meniru (P1)

Peserta didik mampu melakukan sesuatu yang telah dicontohkan dan telah diamati, meski belum mengerti makna dari apa yang dicontohkan tersebut.

Memanipulasi (P2)

Pada level ini peserta didik tidak hanya mampu meniru tapi lebih dari itu, mereka mampu mengikuti pengarahan dan membuat gerakan – gerakan sesuai petunjuk yang telah diajarkan.

Ketepatan (P3)

Peserta mempunyai ketepatan, proporsi dan akurasi yang baik, dan memiliki respon yang lebih terkoreksi serta mampu meminimalisir kesalahan.

Artikulasi (P4)

Pada level ini lebih ditekankan pada koordianasi tiap rangkaian gerakan dengan urutan – urutan yang tepat dan dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

Pengalamiahan (P5)

Suatu level dimana peserta didik mampu menampilkan tindakan yang telah diajarkan menjadi sebuah kebiasaan dengan gerakan – gerakan yang alamiah dan meyakinkan.

Jika membutuhkan materi tentang taksonomi bloom ini bisa download pada link di bawah ini:

Materi Taksonomi Bloom

Itulah penjabaran dari taksonomi bloom dalam dunia pendidikan. semoga bisa dipahami dan diterapkan dalam mengembangkan pendidikan dan pengajaran pada peserta didik. Terimakasih

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.